Info Tanaman Hias Indonesia

KEBONKEMBANG.COM

Musuh Kaktus dan Penanganannya Print E-mail
Written by Indri Lidya K   
Thursday, 25 June 2009 23:51
Addthis

KaktusKOMPAS.com - Meski sosoknya “seram” karena dipenuhi duri, ternyata kaktus tetap memiliki “musuh”, yakni hama dan penyakit. Keberadaan musuh-musuh ini jelas harus diperangi agar pertumbuhan kaktus tetap optimal. Budi daya kaktus sebenarnya tidaklah serumit yang dibayangkan banyak orang. Sebab, kaktus sebenarnya tergolong tanaman yang “bandel”. Dalam artian, kaktus tidak butuh perlakuan khusus agar bisa tumbuh dengan baik. Meski demikian, dalam budi daya kaktus ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah persiapan dan pemilihan pot, persiapan dan pemilihan media tanam, cara penanaman, penyiraman, pemupukan, repotting, serta pengendalian hama dan penyakit.

Untuk yang disebut paling akhir ini, ada baiknya jika mencari informasi sebanyak-banyaknya (khususnya yang masih pemula) guna menghindari terjadinya salah penanganan terhadap sang “musuh” yang menyerang kaktus kesayangan. Tulisan berikut ini akan memberikan info, “musuh-musuh” apa saja yang sering menyerang tanaman kaktus, berikut cara penanganannya.

Secara umum, musuh kaktus bisa dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu hama dan penyakit. Yang disebut hama adalah gangguan terhadap tanaman kaktus yang ditimbulkan oleh hewan. Adapun penyakit adalah gangguan terhadap kaktus yang timbul karena penyebab selain hewan (misalnya jamur, bakteri, dan virus).

1. Hama
Tungau

Gejala: Seluruh permukaan tanaman kaktus berubah menjadi coklat akibat matinya jaringan klorofil.

Pengendalian: Tungau dapat dikendalikan secara mekanik atau kimia. Secara mekanik, gosok batang kaktus memakai cotton bud atau sikat gigi yang sudah dicelup larutan sabun (terdiri dari 1 sendok makan detergen atau sabun colek yang dilarutkan dengan 5 liter air). Adapun secara kimia, tungau dikendalikan dengan menyemprot Omite 570 EC dengan dosis 1-2 gram/liter air. Jika serangan sudah terlalu parah, sebaiknya bagian kaktus yang terinfeksi dibuang.

 

Kutu Putih (mealy bug)
Gejala: Kaktus terlihat kotor karena terselubung semacam selaput seperti kapas kehitaman.

Pengendalian: Sikatlah bagian yang terserang dengan sikat gigi atau kuas. Jika ingin menanganinya secara kimia, semprotkan Basudin dengan dosis 2 ml/liter air, tiap 10 hari sekali sampai serangan kutu hilang.

Kutu Batok
Gejala: Kutu batok ini menyerang kaktus dengan cara mengisap cairan dalam tanaman sehingga kaktus berubah menjadi kekuningan (seperti daun yang layu) dan akhirnya mati.

Pengendalian: Jika serangan sudah parah, sebaiknya kaktus dibuang saja sebelum menular ke kaktus lain. Namun, jika serangan masih dini, rendam kaktus dalam larutan sabun (1 sendok makan detergen atau sabun colek dalam 5 liter air) selama 15 menit.

 

Kutu Sisik
Gejala: Permukaan batang kaktus terlihat kotor atau kusam, dan lama-lama pertumbuhannya makin merana. Kutu sisik juga dapat mengundang kedatangan semut sehingga kaktus dikerubungi semut.

Pengendalian: Secara mekanik, kutu sisik dapat dikendalikan dengan cara membersihkan permukaan kulit batang kaktus menggunakan sikat halus atau kuas. Pengendalian secara kimia, semprotkan Decis 2,5 EC dengan dosis sesuai yang tertera pada kemasan.

Kutu Wol
Gejala: Bagian yang terserang menjadi lemah karena cairan tanaman diserap oleh sang kutu. Lama kelamaan, ruas-ruas batang menjadi layu dan berguguran.

Pengendalian: Sama seperti pengendalian kutu sisik.

Cacing
Gejala: Bagian yang diserang oleh cacing adalah akar kaktus. Akibatnya, akar menjadi rusak dan tak dapat berfungsi. Akhirnya, tanaman akan mati.

Pengendalian: Sebelum menanam, sebaiknya bagian akar kaktus disterilkan lebih dulu dengan alkohol 70 persen. Atau bisa juga dengan mencampurkan Furadan dalam media tanam.

Bekicot atau Keong
Gejala: Tunas-tunas kaktus menjadi rusak dan bentuknya tak beraturan. Kadang-kadang pada serangan yang lanjut, kaktus bisa membusuk.

Pengendalian: Tangkap bekicot/keong lalu dibuang atau dibakar. Kemudian lakukan pembersihan terhadap lingkungan sekitar kaktus.

Semut
Gejala: Akar dan tunas muda rusak karena biasanya semut hidup di dalam tanah atau di bawah perakaran kaktus.

Pengendalian: Singkirkan dulu semutnya dengan menjemur kaktus di bawah terik matahari. Kemudian, lakukan pembersihan terhadap lingkungan sekitar kaktus.

Kecoa tanah
Gejala: Terjadi kerusakan pada bagian akar kaktus sehingga akibat yang terlihat pertumbuhan kaktus terhambat bahkan sampai mati. Kecoa biasanya “terselip” pada pupuk kandang.

Pengendalian: Ganti media tanam kaktus dengan bahan yang sudah disterilkan lebih dahulu.

Tikus rumah
Gejala: Hama yang satu ini gemar melahap buah kaktus yang masak atau menggerogoti batang kaktus (pada golongan yang tidak berduri seperti Gymnocalycium).

Pengendalian: Memasang perangkap tikus di sekitar lokasi kaktus dan membersihkan lingkungan di sekitar kaktus dari sampah-sampah tempat tikus bersarang. 

 

2. Penyakit

Busuk Pangkal Batang
Gejala: Busuk pangkal batang disebabkan oleh jamur. Batang terinfeksi menjadi busuk dan berwarna coklat tua. Di sekitarnya muncul bulu-bulu berwarna putih yang merupakan miselium jamur.
Pengendalian: Pilihlah bibit yang benar-benar sehat dan berkondisi prima. Jika menyiram, usahakan air jatuh langsung pada media tanam dan tidak terkena kaktusnya. Tanaman yang sudah parah, sebaiknya dibuang saja. Jika masih dini, semprot dengan Benlate T20 KIP dengan dosis 1 -2 gr/ liter air.
 
Busuk Bakteri
Gejala: Tanaman yang terinfeksi bakteri Pseudomonas Sp. menjadi layu, kusam, dan mengandung lendir berwarna putih kotor. Tanaman kemudian membusuk perlahan-lahan dan akhirnya mati.
Pengendalian: Buang bagian tanaman yang terinfeksi dan jauhkan dari tanaman kaktus lain yang sehat. Untuk mencegah serangan penyakit ini, media tanam yang digunakan sebaiknya disterilkan lebih dulu.
 
Penyakit Tepung
Gejala: Penyakit ini disebabkan oleh jamur. Kaktus yang terserang, permukaan batangnya akan ditutupi lapisan putih kelabu yang jika disentuh akan terasa bertepung. Jika serangannya cukup berat, pada batang akan muncul bercak-bercak kecoklatan.
Pengendalian: Taburkan tepung belerang secukupnya pada permukaan batang kaktus yang sakit.
 
Layu Fusarium
Gejala: Batang yang terserang penyakit ini akan berwarna suram dan menjadi layu. Pada serangan yang berat, batang akan membusuk dan berwarna kecoklatan. Jika batang diiris, akan terlihat bentuk seperti cincin berwarna coklat tepat di bawah kulit batang.
Pengendalian: Semprotkan Benlate T20 KIP dengan dosis 1 -2 gr/ liter air. Tanaman yang sakit sebaiknya dijauhkan dari tanaman yang sehat.
 
Kapang Jelaga
Gejala: Kaktus yang terserang penyakit ini batangnya akan tertutup lapisan berwarna hitam dan jika disentuh terasa bertepung. Pada serangan lanjut, batang kaktus akan ditumbuhi jamur berwarna kecoklatan.
Pengendalian: Taburkan tepung belerang secukupnya pada permukaan batang kaktus yang sakit. (Indri Lidya K)

http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/24/16373884/musuh.kaktus.dan.penanganannya.1
http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/24/16373884/musuh.kaktus.dan.penanganannya.2

Comments
Add New Search
dina kartika   |2009-12-29 19:36:14
saya punya tanaman kaktus, dan saya simpan kaktus itu di ruangan. saya biasanya
siran kaktus 2 minggu sekali. tapi sekarang kaktus saya warnany kuning. itu
akibat apa ya? da saya hrus gmana? apa karna dia di dlam ruangan atau saya salah
menyiram? mohn dijelaskan.
dahlia  - baja kaktus yg sesuai   |2009-12-08 21:36:29
apakah jenis baja yg sesuai tuk pokok ini..baja tepung tau baja biji?saya sudah
tanam 3-4 jenis pokok ini sudah agak lama, tapi tidak besar.Apakah saya perlu
tukar tanah nya?Kepada syiapa2 yg tahu, sila jelaskan disini.TQ.
rifky  - penyakit tepung   |2009-11-07 23:56:17
penyakit tepung itu bisa nular gak ?
Tepung belerang dijual dimana ?
rohaeni   |2009-11-04 15:10:03
saya mau tanya?
apa akibatnya ya kalau kaktus disiram berlebian?

tolong y
dijawab secara teliti???
dahlia  - terlebih air   |2009-12-08 21:43:02
setahu saya, kalo air siramanya terlalu banyak..dn pokok itu letak dtempat yg
teduh...menyebabkan medianya bertakung air.Lebih elok diletakan diluar
rumah.Sekira dibawah teduhan cukup sekadar sembur saja atau siram seminggu
sekali.Itu yg saya tahu.Mungkin org lain lebih tahu.
mahda   |2009-10-17 23:50:44
kaktus saya membusuk, rasanya bukan krn kebanyakan air,kenapanya? kalau yg busuk
dipotong, apa langsung ditanam lagi atau dibiarkan dulu sampai bagian yg
dipotong mengering?
johan   |2009-09-17 05:54:16
saya mau tau ada tdk yg jual pupuk, media,& obat obat untuk kaktus.. O iya saya
mau minta tolong di kasih gambar penyakit penyakit kaktusnya. terima kasih
banyak ya. soalnya aku baru mulai menanam kaktus jadi aku blm ngerti bangat soal
kaktus
dahlia   |2009-12-08 21:47:52
johan,..tanam pokok ini diluar rumah atau dalam rumah?Atau tanam dlm balang
kaca?PUPUK>>>>>>"baja"...dlm bahasa Malaysia ya?..."Selamat
Berkaktus"..
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
You are here  :

Resources TopOfBlogs Add to Technorati Favorites Gardening Blogs - BlogCatalog Blog Directory tanaman hias newsfeed

Astaga.com lifestyle on the net