"Kami ingin mengedepankan kebersamaan antara pedagang, petani dan semua pecinta
tanaman hias di Kabupaten Bogor," ujar Ketua Asosiasi Tanaman Hias Kabupaten Bogor (Astika) Areif Pramoedya, kemarin. Menurut dia, animo masyarakat terhadap tanaman hias cukup tinggi. Itu terlihat dari kunjungan yang terus berdatangan setiap harinya. Bahkan, dari luar Kabupaten Bogor seperti Kota Depok, Sukabumi, Bekasi dan DKI Jakarta pun banyak yang datang.
"Kegiatan ini tak hanya pameran, tapi juga untuk menjalin silaturahmi antarpetani tanaman hias di Kabupaten Bogor. Makanya panitia melakukan penilaian stan terbaik dengan hadiah sepeda motor," katanya.
Pameran ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari kelompok tani tanaman hias, pedagang, pecinta tanaman hias dan nurseri. Tanaman hias khas Bogor juga terlihat dalam pameran tersebut, seperti kantong semar, aglonema, alokasia, bermacam anggrek, keladi, anthurium dan tanaman hias lainnya.
"Selain itu, di sini juga ada demo pembuatan pupuk organik sesuai dengan karakter pohon. Nantinya akan dipraktikkan cara pembuatannya," katanya.
Dia mengaku senang dapat berbagi ilmu dengan petani dan pecinta tanaman hias. Itu pun dapat mengembangkan bisnis. "Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan bagi pecinta tanaman hias," tambahnya.
Salah seorang peserta pameran Hendrik (38) menjelaskan, keikutsertaan dalam pameran itu bukan hanya mengandalkan penjualan, tapi juga perkenalan tanaman hias miliknya.
"Keikutsertaan saya ini agar lebih dekat dan terjalin kebersamaan antarsesama pedagang dan pecinta tanaman hias," kata Hendrik. (sal)