| Coleus Hibrida: Idola Sejak Era Victoria |
|
|
| Written by IDEAGarden | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Saturday, 14 June 2008 03:27 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Banyak jenis coleus asal Indonesia dikembangbiakan komersial di Amerika dan Eropa sejak zaman Victoria. Disilangkan antar jenis hingga menghasilkan hibrida, baru kembali ke Indonesia. Demikian diungkapkan Benny Tjia PhD, di nurseri Mj Flora, Bogor. Di kebunnya tengah dibudidayakan sekitar 20 jenis coleus untuk dipasarkan sebagai tanaman lanskap dan pot plant. Coleus dalam taksonomi lebih sering disebut sebagai Solenostemon. Sedangkan nama dagangnya adalah coleus atau miana.
Coleus yang mula-mula diperkenalkan sebagai tanaman hias adalah the flame nettle (S. scutellarioides) yang berasal dari Jawa. Tanaman ini ditemukan oleh Karl Ludwig Blume pada abad-19 masa pendudukan Belanda di Indonesia. Untuk menghormati jasanya, Solenostemon scutellarioides Ini lebih terkenal dengan sebutan Coleus blumei. Darijawo kemudian diperke-nalkan ke Eropa pada pertengahan tahun 1 820 pada era Victoria. Ratu Victoria ini mengubah tren taman yang awalnya tidak tertata menjadi sebuah taman yang indah dengan sistem penataan khusus. Coleus men-jadi tanaman favorit pada masa itu karena siapapun bisa menanamnya. Dalam waktu 3 bulan dan bisa ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tumbuhan ini suka matahari langsung dan bisa hidup di lokasi ternaungi.
LANSKAP FAVORIT Karena mudah dan indah, setiap clang ingin menanam coleus. Awalnya satu tanaman, kemudian dua, lima dan seterusnya. Jika Anda ingin menambah koleksi coleus dari jenis yang sama, Anda tinggal memotong bagian dari batang coleus (setek). Gardenerdi Amerika menumbuhkon setek coleus pada gelas yang diisi dengan air. Setelah tumbuh akar baru dipindahkan ke kebun. Kalau di Indonesia kebanyakan setek langsung ditanam di penyemaian hingga tumbuh akar. Semaian ditanam pada tanah gembur yang dicampur dengan kompos. Agar kelembapan terjaga, perlu disungkup dengan plastik. Disiram hingga tumbuh akar dan daun baru. Baru kemudian di-tanam di tanah atau di pot.
Selain itu, bisa juga dengan biji yang ditaburkan ke media. Biji coleus dihasilkan oleh bunga yang tangkainya panjang. Pada masing - masing tangkai terdapat kelopak cekung yang menyerupai mahkota bunga. Sedangkan bunganya yang asli menyembul dari dalam kelopak bunga bulat tersebut. Mahkota bunga melengkung berwarna putih dan ungu tergantung jenisnya. Bunga hanya mekar sehari, ukurannya seki-tar setengah sentimeter.
Biji berbentuk serbuk berwarna hitam mengilap seperti biji bayam. Satu tangkai bunga bisa menghasil-kan puluhan hingga ratusan biji. Untuk coleus hibrida bijinya tidak banyak, bahkan terkadang tidak ada. Coleus hibrida terus dihasilkan setiap saat di Eropa maupun Amerika yang menyebabkan kesulitan untuk menelusuri induknya. Penamaan-nyapun tidak sistematis sehingga bisa jadi jenis tanaman yang sama namanya beragam. Bahkan tidak mudah membedakan jenis yang hi-brida dan spesies. Para ahli tanaman menyepakati untuk menyebut silangan coleus sebagai coleus x hibridus. Jadi yang umum Anda temui di nurseri kebanyakan memang coleus hibrida. Untuk beberapa jenis, benihnya impor dari Florida. "Ini tanaman sini - sini saja," ujarnya menunjukkan coleus spesies yang diperoleh dari sekitar Bogor.
Nah, Anda bisa berbagi setekan coleus yang cantik ini kepada teman Anda. Dijamin, tetangga akan ngiri melihat keindahan hamparan coleus. *
Teks/Foto: Titik Kartitiani Koleksi : Ml Flora, Bogor
Ragam coleus hibrida
"Orang Amerika menyukainya," terang Benny. Susunan daunnya melingkar - lingkar nampak unik. Warnanya merah menyala dan hijau muda.
Bentuknya soma, melingkar yang diidentikkan dengan angin ribut. Warnanya domian hijau ditambah sedikit warna kuning.
Bentuknya masih mirip Hurricane, hanya warnanya tidak solid. terdapat warna ungu gelop yang berupa garis - garis tidak teratur. Warna dasar hijau.
Pinggiran daun bergelombang dengan helaian yang panjang. Terdapat blok warna merah tua yang kontas dengan warna dasar daun.
Bentuk daunnya seperti daun paku jfern~, bergelombang di bagian tepi. Tiap helai daunnya seakan pecah membentuk helaian daun yang lebih kecil.
Terdapat blok warna merah ma-run, kuning don ungu kehitaman. Blok - blok warna ini mengingatkan pada seragam tentara. Ada jenis tertentu yang blok warnanya teratur hingga nampak seperti variegate.
sedikit blok kuning mirip dengan green hurricane. Hanya bentuk daun-nya flat don lebar - lebar.
Warna closer hijau dengan corak merah marun di permukaan daun-nya. Permukaan daunnya tidak rata dengan pinggiran daun bergelom-bang teratur. Tangkai daun nampak kekar.
Helaian daun lebar - lebar, di-dominasi warna merah keunguan. Bagian pinggir daunnya bergerigi dengan warna yang soma.
Warna dominan hijau muda dan soma dengan Magnificant hanya tterdapat lis berwarna putih. Meng-ikuti pinggiran daun yang bergerigi, warna putihnya pun bergelombang.
Warna cerah, hijau muda don merah marun. Ukuran daunnya kecil - kecil don susunan daunnya rapat. Mirip dengan spesies C. blumei.
Bentuknya hampir segitiga dengan pinggiran daun bergerigi. Warna dominan hijau dan ada blok kuning. Sesuai namanya, daunnya di-dominasi warna burgundi alias merah anggur. Bagian pinggirnya moron lebih muda.
Naskah ini discan oleh Sabina untuk kebonkembang.com dari majalah Garden 17/11/2008
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||