Info Tanaman Hias Indonesia

KEBONKEMBANG.COM

Pachypodium... Tanaman Eksotik dari Madagaskar Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 25 December 2007 02:42
Addthis

Madagaskar dari dahulu sudah terkenal dengan keragaman hayatinya. Banyak tanaman eksotis berasal dari pulau besar ini dan salah satunya adalah Pachypodium. Orang seringkali salah mengidentifikasi Pachy sebagai kaktus karena kemiripan duri pada batangnya. Selain itu Pachy juga sering ditawarkan oleh nursery yang biasa menjual kaktus. 

 

Karena kemiripannya dengan kaktus harga Pachy cenderung tidak mahal. Saat orang sudah banyak tahu tentang tanaman ini, khususnya para penggemar adenium, harga Pachypun terefisi.

25an Spesies.
Ada kurang lebih 25 spesies Pachypodium. Berikut adalah nama spesiesnya yang diambil dari data di wikipedia:
1. P. Ambongense
2. P. Baronii
3. P. Bicolor
4. P. Bispinosum
5. P. Brevicaule
6. P. Cactipes
7. P. Decaryi
8. P. Densiflorum
9. P. Eburneum
10. P. Geayi
11. P. Gracilius
12. P. Horombense
13. P. Inopinatum
14. P. Lamerei
15. P. Lealii
16. P. Makayense
17. P. Meridionale
18. P. Menabeum
19. P. Namaaquanum
20. P. Rosulatum
21. P. Rutenbergianum
22. P. Saundersii
23. P. Sofiense
24. P. Suculentum
25. P. Windsorii

Dari ke 25 spesies ini, 20 berasal dari Madagaskar dan selebihnya dari Afrika. Saat inipun sudah cukup banyak hasil silangan ataupun sub spesies dari Pachypodium ini tapi tidak terlalu banyak dipublikasikan.
Di Indonesia yang paling banyak ditemui dan paling mudah tumbuh adalah P. Lamerei. Selain itu ada P. Horombense dan P. Soundersii. Untuk spesies lainnya tidak cukup banyak ditemui di Indonesia, hanya hobiis saja yang mempunyai.

Apa Yang Menarik?
Bunga Pachypodium cukup beragam warnanya. Ada yang merah, kuning, putih dan ungu. Bandingkan dengan adenium yang hanya punya warna bunga merah, putih dan ungu. Warna bunga yang variatif menjadi salah satu faktor penarik. Selain itu juga bonggolnya. Sebagian spesies Pachypodium punya bonggol yang indah dan tidak kalah dengan adenium semisal P. Horombense dan P. Saundersii. Walau berduri, tidak mengurangi keindahan bonggolnya.

Perawatan Minimalis

Kalau sudah terbiasa dengan perawatan adenium atau euphorbia maka tidak terlalu sulit untuk merawat Pachy bahkan cenderung sama saja. Media yang dipakai dapat menggunakan media untuk adenium.
Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali atau 3 hari sekali tergantung cuacanya. Kalau cuaca hujan, dapat dilakukan penyiraman 3 hari sekali apabila tempatnya berpenaungan. Kalau tanaman tersebut sudah beradaptasi dengan hujan artinya tidak perlu disiram2 sampai medianya kelihatan kering. Saat cuaca panas sebaiknya disiram satu kali sehari saat sore hari. Kalau mau pagi hari sebelum jam 8 pagi.
Usahakan Pachy terkena sinar matahari penuh. Apabila tidak, pertumbuhannya cenderung melambat bahkan bisa2 dorman. Berikan pupuk baik organik dan anorganik (semisal NPK) seperlunya.

Menunggu Waktu Berbunga
Perlu waktu kurang lebih 3 tahun dari mulai biji hingga berbunga, bandingkan dengan adenium yang dapat berbunga kurang dari satu tahun. Karena berbunga lambat maka tidak dianjurkan untuk memelihara Pachy ini dari biji, kecuali untuk yang sabar.


P. Lamerei saat berbunga berwarna putih cerah, sedangkan P. Horombense berwarna kuning. P. Soundersii juga berwarna kuning tapi juga ada yang berwarna ungu. Untuk spesies lain ada yang berwarna merah dan pink.


Saat ini baru sedikit spesies Pachypodium yang disilangkan, tidak seperti adenium yang punya banyak sekali silangan. Sedikitnya penyilang Pachypodium mungkin dikarenakan sedikitnya peminat tanaman ini.

Berburu Pachypodium
Kalau masih pemula, sebaiknya carilah P. Lamerei. Pachy ini masih mudah ditemukan di banyak nursery di sekitar Bogor, Jakarta, Semarang, Lembang dan Malang khususnya yang menjual kaktus. Selain lebih mudah perawatannya, harganyapun masih masuk akal. Saat ini seedlingnya dapat diperoleh dengan harga sekitar 50rban. Kalau yang sudah berumur berharga antara 500rb-1jtan.


Sudah puas memiliki P. Lameri silahkan beralih ke Pachy yang lain semisal P. Horombense, P. Geayi, P. Soundersii. Dapat dicari di nursery diatas atau pesan online di nursery Jerman atau Australia. Harganyapun sudah mulai agak meroket. Seedlingnya bisa berharga seratus ribuan, walau kadang ada yang menawarkan kurang, tergantung tempatnya. Kalau yang sudah dewasa bisa didapat dengan harga 500rb-2jtan. Mahal ya...


Dan kalau masih mau menanam dari biji sebaiknya dipikir-pikir terlebih dahulu. Penjualan biji yang berasal dari Indonesia dapat dikatakan tidak ada. Hanya hobiis yang biasanya mau menjual biji. Untuk itulah mengimpor biji adalah solusi satu-satunya. Ada beberapa negara sumber import biji yaitu dari madagaskar sendiri, afrika selatan, perancis, jerman, australia dan new zealand. Ada yang menawarkan lewat jalur e-bay, forum atau mailing list. Sumber biji dari Jerman menurut banyak penuturan cukup baik karena mereka memiliki tempat untuk pembenihan yang canggih. Tapi walau demikian, peluang hidup biji yang diimpor ini tidak terlalu besar. Mungkin karena waktu penyimpanan yang terlalu lama. Jadi hati-hatilah dalam membeli biji Pachy ini, pilihlah sumber yang menyediakan biji yang masih segar. Nah silahkan berburu Pachypodium ini. Selain unik dan cantik, tanaman inipun mudah untuk dipelihara.

Daniel Hendrawan
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
You are here  :

Resources TopOfBlogs Add to Technorati Favorites Gardening Blogs - BlogCatalog Blog Directory tanaman hias newsfeed rantop.com Joomla Topsites