| P O T |
|
|
| Written by Administrator | |||||||||
| Saturday, 05 January 2008 03:31 | |||||||||
3 huruf. Jadi penting karena meningkatkan nilai estetis dari tanaman. Dengan pot, tanaman punya kelas. Pot juga menunjukkan kecintaan anda pada tanaman. Kadang harga pot lebih tinggi dari harga tanamannya tapi nilai pot tidak pernah melebihi nilai tanamannya.
3 huruf. Jadi penting karena meningkatkan nilai estetis dari tanaman. Dengan pot, tanaman punya kelas. Pot juga menunjukkan kecintaan anda pada tanaman. Kadang harga pot lebih tinggi dari harga tanamannya tapi nilai pot tidak pernah melebihi nilai tanamannya. Nah peran pot menjadi penting karena dengannya karakter tanaman menjadi lebih kuat dan menonjol. Tapi walau hanya sebuah pot jangan juga kita menganggap enteng. Kesalahan pilih pot baik dimensi ataupun bahannya akan menjadikan tanaman merana. Pot=Kebutuhan/Prestise? Ini pertanyaan yang harus dijawab dulu. Kalau anda beli pot utamanya untuk apa? Kalau untuk kebutuhan pasti anda akan melihat banyak aspek, seperti jenis tanaman yang akan ditanam, umur tanaman, dimensi tanaman dan jenis medianya serta terakhir keindahan potnya. Kalau hanya untuk prestise yang utama adalah keindahan pot tersebut, fungsi lain tidak penting. Pot Yang Baik Apa kriteria pot yang baik? 1. Yang pertama harus dilihat dulu jenis/lingkungan tanaman itu berasal. Kalau tanaman air, maka pilih pot yang tidak berpori dan dapat menahan air. Tapi kalau bukan tanaman air pilihlah pot yang berpori. 2. Yang kedua dimensi. Tanaman berdimensi kecil harus diletakkan di pot yang dimensinya juga kecil. Tidak masalah sih diletakkan di pot yang besar tapi mungkin tidak ekonomis dan tidak proporsional. Berapa besar perbandingan antara pohon dan potnya? Tidak ada hitungan yang pasti. Saya sendiri pakai patokan besarnya diameter pot = 6 (enam) x (kali) diameter batang tertanam. Sedangkan tinggi (kedalaman) pot berpatokan pada tinggi tanaman. Formula saya adalah tinggi pot maksimal = 1/4 x tinggi tanaman. Lebih rendah dari itu tidak masalah, asal dapat menunjang tanaman. Tiap pot ada nomornya. Nomor itu menunjukkan diameternya (biasanya dalam cm kalau di indonesia, kalau di luar negeri inchi). Misal pot no 15, berarti diameternya 15 cm. 3. Ketiga, bahan/materi pembuatnya. Kalau medianya padat dan tanamannya besar pakailah pot yang berbahan padat dan kuat seperti dari bekas tong atau pot dari cor2-an semen. Tapi kalau hanya untuk seedling pakai saja polybag. 4. Ini yang terakhir. Karena pot adalah tempat hidup buatan (artificial) usahakanlah pot punya fungsi yang sama seperti pada aslinya. Untuk pot non tanaman air, pilihlah yang punya pori2 yang mencukupi agar air dapat bebas bergerak turun. Pot Yang Proporsional dan Indah Proporsional disini bukan masalah dimensi tapi estetis. Kalau dimensi sudah dibahas di sebelumnya. Ini berkaitan dengan karakter dari tanamannya. Kalau tanamannya Anthurium yang dewasa carilah pot yang kekar dan menunjukkan kegagahan. Warna macho seperti hitam atau coklat dengan sedikit aksen merah dapat menjadi warna pilihan pot. Diameter pot sebaiknya juga tidak melebihi lebar rerimbunan daunnya, supaya potnya tidak lebih menonjol dari tanamannya. Kesimpulannya adalah pilihlah pot sesuai karakter dari tanaman. Tapi jangan sampai karakter pot lebih kuat dari tanaman sehingga karakter tanaman tidak menonjol dan berakibat berkurangnya nilai estetis dari tanaman tersebut. Repotting Repotting atau pemindahan pot diperlukan apabila terjadi hal berikut: 1. Media sudah usang. Tujuannya adalah penggantian media berkala tanpa mengganti atau mengganti pot. Ada yang rela setiap tahun bersusah2 repotting dengan berasumsi bahwa medianya sudah usang sehingga tanaman akan merana apabila tidak direpotting dan diganti medianya. Entah teori ini benar atau tidak. 2. Tidak proporsional secara dimensi. Kalau diameter batang tertanamnya sudah besar, maka ada baiknya diganti ke pot yang lebih lebar. Pun apabila tinggi pohon sudah tidak proporsional dengan pot yang lama. 3. Akar sudah penuh. Sebenarnya selain repotting bisa saja dengan pemangkasan akar. Tapi supaya safe bisa dengan repotting pot yang lebih besar dimensinya. 4. Mau ikut kontes. Kalau anda ingin ikut kontes dan kebetulan pot tanaman anda yang akan dikonteskan masih biasa2 saja maka biasanya diganti dengan pot yang lebih bagus. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelum kontes. Lebih safe adalah 1 tahun sebelum kontes. 5. Kecelakaan. Kalau tiba2 anak anda memecahkan pot atau tiba2 anda tidak sengaja menyenggol pot cantik anda maka haruslah anda segera repotting. Ini perkara yang mudah, hanya pikirkan kondisi tanamannya terlebih dahulu. Anggaran Pot Pot punya beragam harga. Ada yang berharga murah ada yang mahal sekali. Tapi kalau pot cantik tidak selamanya mahal, bahkan kalau anda kreatif barang apapun juga asal mirip pot dapat dijadikan pot. Kalau tanaman anda banyak, pilihlah beberapa tanaman yang patut diberi pot yang mahal dan indah. Tapi kalau anda boros, yah silahkan saja membeli pot yang bagus dan mahal untuk semua tanaman anda. Hanya ingat saja proporsional terhadap nilai estetisnya. Pot yang indah2 di kelas bawah dapat dibeli seharga 5.000-20.000. Bahannya dari plastik, keramik atau semen. Untuk kelas menengah bisa didapat kisaran 50.000 sampai 200.000. Diatas harga itu bagi saya sudah masuk kelas tinggi yang mungkin tidak akan saya beli. Bagaimana dengan spare pot? Yah itu sih terserah anda. Kalau anda mampu silahkan stok pot sesukanya. Kalau dana anda pas2an silahkan sediakan secukupnya. Saya sendiri spare potnya adalah 1:5 artinya setiap beli 1-5 pot, saya pasti beli 1 sparenya. Kalau beli 6-10 pot saya beli 2 spare pot. Ini berlaku untuk kelipatannya. Pot Sesuai Kebutuhan Sudahkah anda jawab pertanyaan saya sebelumnya? Beli pot untuk prestise atau kebutuhan? Kalau anda sudah membelinya dan membandingkannya dengan tulisan ini saya berharap bukan hanya prestise diri anda saja yang anda tonjolkan. Tapi prestise dari tanaman yang anda tonjolkan. Kadang tanpa pot yang baguspun kalau pohonnya bagus akan tetap bagus. Jadi sesuaikanlah pot sesuai kebutuhan anda. Oleh: Daniel Hendrawan
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|