| PLANTS OF THE YEAR 2006: Paling Diburu dan Laris |
|
|
| Written by Administrator | |||||||||
| Sunday, 06 January 2008 19:54 | |||||||||
|
Sugiono, pemilik Sugi Nursery di Bogor, Jawa Barat. memprediksi masih banyak orang terus bermain anthurium sampai 6-8 bulan. Sementara H~rry Syaeffudin berpendapat. tren anthurium akan bertahan lama kalau ada pemulia menyilangkan tanaman ini sehingga muncul varian baru. Adenium laris manis Adenium merupakan tanaman hias berbunga paling impresif di dataran rendah, ujar Chandra Gunawan H. dari Godongijo Nursery, di Sawangan, Depok. Karena rajin berbunga, adenium tetap digemari. Permintaan adenium tak pernah surut. Pada awal booming adenium, varietas baru dan bentuk bonggol unik sering jadi rebutan para kolektor. Sementara Fredy Wiyanto, pemilik Millenium Nursery di Serpong Tangerang, lebih membidik pasar hobiis rumahan. Umumnya hobiis rumahan tak begitu mempedulikan varietas dan bonggol. Yang penting berbunga. Harga sekitar Rp 50.000. Euphorbia di atas angin Di sentra tanaman hias di Kediri Jawa Timur, nurseri euphorbia paling banyak dikunjungi. Memang sek~rang euphorbia lagi laris, kata Ibu Gendut. pemilik salah satu nurseri. Yang mahal euphorbia warna merah menyala dan kunmg. Tinggi 20 em dengan satu spike bunga. harga Rp 80.000. Postur tinggi, minimal Rp 150.000. Yang diborong kebanyakan warna pink, harga Rp 25.000 per pot. Di nurser: Chiang May Garden, Gambiran, Yogyakarta, perlngkat penjualan tertinggi juga euphorbia. Kebanyakan euphorbia warna baru sepertl merah dan kuning, terang Yona Kasirln. Aglaonema selalu dipuja Sudah hamQlr 5 tahun, daun rejeki ini membawa hoki. Awalnya hanya hobiis berkocek tebal yang memboyongnya. Tetapi kini, siapa pun bisa beli aglaonema. Kendati dari Jenis yang lainnya. Di Indonursery Cibinong, aglaonema jenis menengah paling banyak dicari. Seperti pride of sumatera, dona carmen. Permintaan kebanyakan dari luar Jawa. Juga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kompas, Klasika, 3/12/2006
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|