|
Oleh: Giacinta Hanna
Permukaan tanah merupakan unsur yang terpenting dan banyak digunakan dalam pembuatan Taman TOGA, karena permukaan tanah berfungsi sebagai dasar semua kegiatan ruang luar dan dapat dianggap sebagai unsur artistik dan penunjang dalam karya lanskap. 1)
Pada artikel-artikel sebelumnya, aspek fisik yang dipertimbangkan dalam pembuatan Taman TOGA adalah aspek Geologis (Tanah) dan aspek Klimatologis. Untuk pembahasan kali ini, aspek fisik berikutnya yang harus dipertimbangkan adalah aspek Topografi. Permukaan tanah adalah kata yang sama artinya dengan topografi, yaitu hal-hal yang menyangkut permukaan bumi secara 3 dimensional. Istilah sederhananya adalah bentang lahan.
Tipe-tipe permukaan tanah ditinjau dari 2 hal :
a.Skala Regional b.Skala Tapak 2)
Skala regional meliputi gunung, bukit ,dataran, lembah dan padang rumput. Tipe-tipe permukaan tanah yang demikian pada umumnya disebut sebagai âPermukaan Tanah Makroâ.
Daerah pegunungan lebih tinggi daripada daerah lain. Tinggi permukaan gunung mencapai ribuan meter di atas permukaan laut.
Sedangkan daratan yang tinggi namun lebih rendah daripada gunung disebut bukit. Daratan yang perbedaan ketinggian antara satu daerah dengan daerah lainnya tidak nyata disebut dataran.
Berdasarkan keinggiannya ada dua jenis dataran yaitu dataran tinggi dan dataran rendah. Dataran tinggi terdapat di daerah pegunungan dan dataran rendah terdapat di daerah pantai. Lembah adalah daratan yang rendah. Lembah lebih rendah daripada dataran. Lembah biasanya terdapat di kaki gunung dan di kiri kanan sungai. 4)
Padang rumput berada di dekat lembah yang merupakan tanah datar yang luas berisi tanaman jenis rumput-rumputan.
Bentuk permukaan tanah ini bisa digambarkan dalam sebuah peta topografi dengan garis kontur dan peil tanah kelipatan ribuan.
Skala tapak meliputi gundukan tanah, bukit, rumput, lereng, area yang datar, perubahan elevasi karena adanya tangga dan jalur yang melandai (ramp), dimana hal-hal tersebut pada umumnya dapat dikategorikan sebagai âPermukaan Tanah Mikroâ.
Bentuk permukaan tanah pada skala tapak digambarkan dengan garis kontur yang lebih detail dan pencantuman peil tanah (ketinggian permukaan tanah) kelipatan satuan.
Pada skala terkecil, âpermukaan tanah miniâ dapat berupa riak gelombang pasir (dapat berupa gundukan) atau variasi tekstur dari batu dan kerikil pada jalan setapak.
Banyak manfaat yang diambil bila kita mengetahui permasalahan topografi, diantaranya sebagai pembentuk ruang, pengendali penglihatan, pengaruh terhadap pergerakan, pengaruh terhadap iklim mikro dan kegunaan estetis.
- Permukaan tanah datar memberi kesan terbuka, luas sehingga memungkinkan pembangunan keberbagai arah dari suatu titik tertentu. - Permukaan tanah cembung dapat berperan sebagai titik perhatian pada taman dan berorientasi ke arah luar. - Punggung bukit membentuk batas-batas ruang luar dan merubah iklim mikro pada lereng-lerengnya dan lingkungannya. - Permukaan tanah cembung menciptakan kesan terasering dan keleluasaan pribadi (privacy) - Lembah cocok untuk lokasi pergerakan dalam taman.
Dalam pembuatan Taman TOGA mengenai bentuk permukaan tanah ini, terdapat ketentuan Standar Kemiringan Tapak sebagai berikut :
1)0 â 1 % --- Terlalu rata sehingga kondisi ini disarankan untuk daerah padang rumput.
2)2 % --- Kemiringan minimum yang disarankan untuk lapangan olah raga yang ditanami padang rumput, dan sebagai kemiringan maksimum untuk pengerasan pada teras dan patio.
3)3 % --- Sebagai batas dimana kemiringan pada permukaan tanah tampak jelas.
4)5 â 10 % ---Kondisi kemiringan memberikan berbagai kemungkinan perubahan kemiringan / ketinggian yang mengasikkan dengan tembok dan tangga. Kemiringan 10 % merupakan standard maksimum yang disarankan untuk jalan setapak.
5)10 â 15 % --- Kondisi kemiringan terlalu curam untuk penggunaan tanah dan fungsi-fungsi lain. Semua unsur utama harus diletakkan sejajar dengan garis kontur agar memperkecil âcutâ dan âfillâ.
6)15 % atau lebih --- Kondisi yang sangat curam untuk semua penggunaan tanah dan berbagai fungsi lainnya. Masalah-masalh lingkungan dan biaya merupakan hambatan utama dalam melakukan pembangunan. Tetapi, dengan kepekaan dan kejelian dalam menyesuaikan kondisi kemiringan ini, dapat menciptakan pemecahan arsitektural yang mentakjubkan serta pemandangan yang mengagumkan.
Kemiringan lereng asli dapat diukur melalui prosentase perbandingan tinggi dan lebar. Jika kemiringan tersebut tidak sesuai dengan standar kemiringan tapak maka diperlukan âcutâ (pengurangan tanah) atau âfillâ (penambahan tanah).
Jadi, pembuatan taman di pekarangan kita sebenarnya meminjam contoh dari penampakan permukaan bumi. Jika lahan kita datar, buatlah perbedaan ketinggian muka tanah seperti gundukan tanah, tangga, ramp dengan âcutâ & âfillâ dan jika memungkinkan ditambah dengan kolam sehingga bila kita sedang berada di taman, kesan ruang luar lebih terasa.
Sampai jumpa pada artikel berikutnya.
Salam, Giacinta Hanna (Arsitek Lanskap) 4 Agustus 2006
__________________________ 1)K.Norman,Booth,1987,Unsur-unsur Dasar Perancangan Arsitektur Lansekap,hal 2 2)K.Norman,Booth,1987,Unsur-unsur Dasar Perancangan Arsitektur Lansekap,hal 3 3)Hidayat,Dodi,2004,Ensiklopedia Iptek Jilid 5,hal 391 4)Haryano,2004,Sains,hal 156
|